Bagi Anda yang bisa menjawab, mungkin Anda dapat memberikan gambaran secara mendetail.
Bagi sebagian orang, sejarah sepak bola atau sejarah sebuah klub bukanlah sesuatu yang penting untuk diketahui.
Mungkin bagi mereka sepak bola hanya urusan hasil akhir: siapa yang menang, siapa yang juara, siapa yang membawa trofi, atau siapa yang harus tersingkir dari kejuaraan.
Namun, sepak bola tidak hanya menyangkut urusan 90 menit di atas lapangan.
Coba lihat sejarah St. Pauli di Jerman ataupun West Ham United di Inggris. Sepak bola juga berkaitan erat dengan kehidupan sosial, ekonomi, bahkan politik masyarakat di daerah tersebut.
Begitu pula halnya dengan PSBI. Sebagai klub yang memiliki nama di lembaran sejarah, dan mengakar kuat di masyarakat, sejarah menjadi hal yang amat penting untuk diperhatikan.
Jangan sampai sejarah klub menjadi semacam area abu-abu yang tidak jelas hitam dan putihnya. Bagaimanapun, para suporter dan masyarakat harus belajar dari sejarah.
Pada PSBI, ada keabu-abuan yang barangkali kelak di kemudian hari bisa memicu permasalahan yang tidak kunjung usai.
Dan jangan sampai, kelak pada suatu masa, saat klub ini berjaya, karena ada sejarah yang abu-abu, akhirnya timbul keaku-akuan:
- "Kuwi disek, sing ngekei julukan keluargaku."
- "Yang mendirikan klub kuwi si A, atau si B."
- "Sing gawe logo PSBI si kae." dll
Andaikan itu terjadi, dan pihak-pihak tertentu memiliki klaim masing-masing, tentu bisa membentuk polarisasi dan sentimen antar pihak yang merugikan klub.
Selain pertanyaan mengenai siapa pendiri PSBI dan kapan klub itu berdiri, terlepas dari perdebatan hari ini yang menyebutkan PSBI berdiri tahun 1928, 1930, atau 1931.
Ada juga pertanyaan tentang sejak kapan PSBI dijuluki Singo Lodro? Apa alasannya? Dan siapa yang mencetuskan pertama kali? Apakah Anda mengetahuinya?
Itu adalah segelintir pertanyaan yang barangkali harus segera dituntaskan. Bagaimanapun, keabu-abuan ini jangan sampai menjadi bom waktu di masa depan.
Meskipun hal-hal tersebut bukan urusan teknis di atas lapangan, eksistensinya tetap penting untuk diperhatikan karena menyangkut identitas dan sejarah klub.
Perlu diingat, kurang dari sepuluh tahun lagi, PSBI akan menginjak usia satu abad atau 100 tahun. Terlepas dari versi kelahiran tahun 1928, 1930, maupun 1931, klub ini sebentar lagi akan berumur 100 tahun.
Menjelang usia satu abad tersebut, ketidakpastian sejarah ini harus segera diselesaikan.
Mumpung kompetisi belum berjalan, barangkali manajemen dan seluruh pihak terkait bisa lebih fokus dalam meneliti sejarah klub ini.
Kita dapat mencari orang-orang yang memiliki memori tentang PSBI atau mereka yang pernah bersinggungan langsung dengan sejarah klub dan barangkali masih hidup saat ini.
Waktu yang tersedia masih cukup. Apabila sejarah ini sudah jelas dan tidak ada lagi perdebatan di dalamnya, tim maupun manajemen dapat melangkah dengan lebih mantap.
Dengan begitu, fokus sepenuhnya bisa dicurahkan untuk urusan di atas lapangan, mulai dari perumusan taktik, pemilihan pemain, hingga penunjukan pelatih yang tepat untuk mengantarkan klub ini ke arah yang lebih maju.
Ingat. PSBI sebentar lagi berusia 1 abad. Klub ini sudah ada sebelum Indonesia merdeka.

0 Komentar