Untuk Pak Erick Thohir…


Kegagalan Tim Nasional Indonesia pada gelaran Piala AFF 2026 menjadi pukulan yang sangat telak bagi publik sepak bola tanah air. 

Hasil ini begitu mengecewakan, mengingat timnas kita terhenti di fase grup secara berturut-turut (back-to-back). 


Padahal, di atas kertas kita dihuni oleh komposisi pemain yang terbilang bagus. Namun, pada kenyataannya Timnas Indonesia justru tak berdaya di hadapan Vietnam dan harus ditahan imbang oleh Singapura.


Kenyataan pahit ini tentu harus menjadi bahan evaluasi besar bagi PSSI. 


Terlepas dari argumen bahwa Piala AFF tidak masuk dalam kalender resmi FIFA, serta secara level kompetisi berada di bawah Piala Asia maupun Piala Dunia.


Oleh karena itu, ajang ini tetap tidak boleh dipandang sebelah mata.


Sebagai bentuk kepedulian, ada beberapa catatan, kritik, serta saran yang ingin kami sampaikan kepada pihak federasi:


1. Kualitas Liga Lokal Menentukan Kualitas Tim Nasional


Ada adagium sederhana dalam sepak bola: liga yang bagus akan menghasilkan tim nasional yang bagus pula, begitu pun sebaliknya. 


Tanggung jawab terbesar atas kualitas kompetisi domestik ini sepenuhnya berada di tangan federasi.


2. Evaluasi Kebijakan Pemain Asing dan Jam Terbang Pemain Lokal


Saat ini, dominasi pemain asing di Liga 1 berdampak langsung pada minimnya jam terbang pemain lokal di atas lapangan. 


Kondisi ini sangat rawan bagi masa depan Timnas Indonesia dalam jangka panjang, karena stok pemain lokal berkualitas yang ditempa di kompetisi reguler semakin terbatas.


3. Fenomena Migrasi Pemain dan Tantangan Pembinaan


Sangat disayangkan ketika beberapa pemain diaspora maupun pemain asli Indonesia yang berkarier di luar negeri justru memilih kembali untuk bermain di liga domestik. 


Alih-alih mengasah mental dan kemampuan di kompetisi luar yang lebih kompetitif, penurunan tingkat tantangan ini turut memengaruhi performa mereka saat membela tim nasional.


PSSI harus mengambil langkah konkret dan realistis. Memperbaiki tata kelola kompetisi domestik, memberikan ruang berkembang bagi talenta lokal, serta menyusun regulasi yang mendukung peningkatan mutu sepak bola nasional adalah hal mutlak yang harus segera dilakukan.


Jangan biarkan kegagalan demi kegagalan ini terus berulang. Perbaikan harus dimulai dari sekarang demi kejayaan sepak bola Indonesia.


Posting Komentar

0 Komentar