Di arena ini, keselamatan bahkan nyawa seorang pengadil lapangan benar-benar menjadi taruhannya.
Bagaimana tidak? Keputusan atau kesalahan sekecil apa pun di atas lapangan hijau bisa dengan cepat memantik amarah para pemain, official, hingga penonton di tribun.
Aksi pengeroyokan dan kekerasan fisik terhadap wasit tarkam menjadi fenomena kelam yang masih sering terjadi.
Kalau wasit itu punya asuransi masih mendingan, bayangkan kalau dia tidak memiliki jaminan sosial sama sekali
Sebagai pengadil di tengah lapangan, peran wasit tidak pernah mudah. Di bawah tekanan tensi pertandingan yang tinggi dan suasana yang menegangkan, fokus penuh harus dijaga sepanjang laga.
Publik sering kali lupa bahwa wasit adalah manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan.
Namun, kekhilafan tersebut sama sekali tidak bisa dijadikan pembenaran untuk tindakan main hakim sendiri.
Budaya kekerasan ini harus segera dihentikan agar tidak terus menodai wajah sepak bola Indonesia.
Fenomena ini menjadi tugas besar bagi federasi sepak bola Indonesia untuk terus menggencarkan pelatihan, pembinaan, serta standarisasi lisensi bagi para wasit di semua tingkatan.
Di sisi lain, penyelenggara turnamen tarkam wajib menerapkan standar keamanan yang ketat dan menjamin keselamatan perangkat pertandingan.
Jangan sampai ada lagi darah yang tertumpah, atau bahkan nyawa yang melayang, hanya gara-gara pertandingan sepak bola.

0 Komentar