Olahraga ini pada hakikatnya adalah tentang bagaimana dua pasang bambu disulap menjadi tiang gawang, bagaimana susunan batu menjadi penanda garis gol, serta bagaimana jalanan desa, pekarangan rumah, hingga petakan sawah yang usai dipanen berubah menjadi arena pertandingan yang penuh suka cita.
Semua itu menjadi bukti nyata bahwa sepak bola adalah milik siapa saja, tanpa sekat dan tanpa batas.
Namun, di tengah gempuran arus industrialisasi sepak bola hari ini, keberadaan sepak bola akar rumput (grassroots) justru harus semakin rapat kita rawat.
Kita perlu mengingat kembali bahwa sepak bola adalah olahraga rakyat. Sepak bola harus tetap dapat dinikmati oleh siapa pun tanpa harus selalu berlaga di lapangan bertaraf internasional atau megahnya stadion.
Sebab pada akhirnya, inti dari permainan ini sangatlah sederhana: selama ada bola dan ada orang yang ingin bermain, sepak bola akan selalu hidup.

0 Komentar