Keberhasilan Uruguay tidak lahir dari jumlah penduduk atau kekuatan ekonomi, tetapi dari disiplin kolektif dan kesadaran taktik yang kuat.
Mereka membangun sepak bola sebagai sistem, bukan sekadar panggung bakat individu.
Dua gelar Piala Dunia awal menjadi bukti bahwa organisasi dan mentalitas bisa mengalahkan keterbatasan.
Wilson menjelaskan bahwa budaya kerja keras dan kesetaraan sosial di Uruguay membentuk gaya bermain yang lugas, keras, dan efisien.
Sepak bola menjadi alat pembentukan identitas nasional, bukan sekadar hiburan.
Sumber: Jonathan Wilson, The Power and the Glory: The History of South American Football, Orion Books, London, 2014.

0 Komentar