Hujan Malam Itu

Blitar pada malam ini berbeda dengan malam-malam sebelumnya, biasanya hujan tidak mengguyur. Aktivitas masyarakat juga berjalan dengan normal tidak ada yang terganggu. Lalu lalang kendaraan menghiasi pernak-pernik kota. Penjual kuliner di pinggir jalan ramai dengan pembeli-pembeli.

Karena malam itu hujan mengguyur, semuanya berubah total. Aktivitas yang biasanya ramai mendadak berhenti total. Saya sendiri pun juga mengalami hal itu, agenda yang sudah saya rencanakan dengan baik terpaksa ditunda. Nonton bareng film. Ya saya seorang penikmat film.

Secara pribadi, saya adalah seorang dengan tipe pemilih. Tidak semua hal saya sukai begitu saja. Kriteria yang saya pilih pun sangatlah ketat. Termasuk film-film yang saya tonton. 

Malam itu di Tulungagung akan ditunjukkan sebuah film dari Watcdoc. Nama yang tak asing bagi orang-orang yang suka menikmati film-film dokumenter. Bagi saya, film-film produksi Watchdoc sangatlah luar biasa. Selain karena alurnya yang menarik untuk dinikmati, film ini juga menyajikan sisi lain dari negara Indonesia yang jarang diangkat oleh media lain. Pendek kata : anti mainstream.

Bahkan saking ngebetnya untuk menonton film tersebut, saya rela untuk tidak beristirahat, demi menghadiri kegiatan nonton bareng film "Kinipan". Kawan-kawan yang juga minat untuk menonton film juga saya ajak untuk mendatangi acara.

Namun, apa yang saya inginkan itu pupus, hujan yang dinantikan redanya, tidak juga demikian. Rencana yang telah disusun akhirnya buyar. Alih-alih bisa menonton film, hujan semakin deras mengguyur Blitar, ditambah lagi saya mendapat kabar penayangan film sudah dimulai.

Tetapi saya sedikit lega, dua jam sebelumnya pesan email kepada akun Kinipan akhirnya dibalas. Kabar baiknya, link film akan segera diberikan dua hari sebelum tanggal penayangan yang saya lakukan. Pikir-pikir bisa menjadi pihak pertama yang menayangkan film di Blitar menjadi prestasi tersendiri.

Posting Komentar

0 Komentar