Merebut Wacana dan Narasi di Ruang Digital

Merebut Wacana dan Narasi di Ruang Digital
Ilustrasi. (pixabay.com)
Perkembangan industri sudah melalui beberapa masa. Setiap masa mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Berikut ini alur revolusi industri:

(1800-1900) Revolusi 1.0: Kapitalisme Mendunia
(1900-1960) Revolusi 2.0: Sosialisme
(1960-2010) Revolusi 3.0: Neo-Liberalisme
(2010-sekarang) Revolusi 4.0: Transformasi

Seiring masuknya revolusi industri 4.0, ada tantangan yang harus dihadapi. Tantangan tersebut berupa: jebakan teknologi. 

Di mana jebakan teknologi itu ada beberapa tuntutan yang mesti kita antisipasi. Gunanya, agar kita tidak menjadi korban jebakan teknologi.

Pertama, tantangan yang mengancam adalah membunuh pikiran.
Kedua, hilangnya semangat kultural
Ketiga, informasi hoaks yang bertahan
Keempat, fiksi ilmiah
Kelima, pengawasan yang diberikan kepada kita

Karenanya, kita perlu merumuskan nilai untuk mengantisipasi jebakan teknologi. Ada dua hal yang perlu diketahui dalam merumuskan nilai.

Yang pertama, wacana demokrasi digital. Yang kedua, literasi digital. Pertemuan keduanya merumuskan empat poin:

1. Intelektualisme yakni perubahan di ruang digital adalah perebutan dialektika pengetahuan
2. Perorganisasian yakni perebutan simbol suatu identitas
3. Gerakan moral yakni kesadaran bergerak yang dilaksanakan oleh kader-kader PMII
4. Gerakan sosial yakni gerakan yang didasarkan pada aspek keberpihakan kepada rakyat.


Posting Komentar

0 Komentar